Halaman

NEW POST!

Publikasi Baru di Jurnal My Food Research

Senang sekali bisa berkesempatan untuk berkontribusi sebagai co-author bersama Ibu Putri Widyanti Harlina, S.Pt., M.Si., M.Eng., Ph.D. dan ...

Jumat, 23 Februari 2018

MALAM PEMBUKA [PART 2]

Aku saat itu ditanyakan sesuatu oleh ayah dan ibuku. Pertanyaan yang cukup ekstrim untuk seorang anak yang baru saja menginjak usia belas tahun, yap sekitar duabelas tahun usiaku saat itu. Aku ditanyakan dan disuruh untuk memilih antara harus ke pesantren atau sekolah di sekolah umum namun tetap menjadi "santri kalong" - santri yang mengaji dari maghrib sampai isya. Ayah dan Ibuku faham betul, bahwa pendidikan agama adalah hal yang sangat penting, terutama untuk membangun pondasi keimananku.
"Jadi, sekolahmu mau dilanjutkan kemana?" tanya Ayahku.
"Entahlah,
tapi InsyaAllah aku siap dimanapun?" jawabku.
"Ayah beri dua pilihan, kamu mau sekolah di pesantren atau sekolah di negeri dan mengaji ke guru ngaji?" tanya Ayah.
Aku yang saat itu belum tahu menahu tentang dunia pendidikan yang lebih tinggi, sempat gugup untuk memilihnya. Mungkin Allah cepat menuntunku dan membisikkan sesuatu kedalam dadaku, dengan cepat aku memilih.
"Yasudah, pesantren saja" jawabku.
"Yakin? Dengan konsekuensi harus mondok.." lanjut Ayahku.
"InsyaAllah, tapi pesantren yang mana?" jawabku.
 Dalam benakku, image pesantren selalu dikonotasikan dengan suasana asrama yang kotor, hingga terngiang di benakku santri budug dan lain sebagainya. Dalam hal ini aku sangat mempertimbangkan dan memperhatikan tentang masa depanku, dari segi apapun termasuk segi kesehatan dan kebersihan.
Kemudian pembicaraan ini ditutup dengan keputusan bulatku untuk memilih melanjutkan pendidikanku ke pesantren.
***
Selang satu minggu, aku kembali dipanggil oleh Ayahku yang ternyata sudah berkeliling mencari pesantren yang cocok untukku. Ada beberapa pesantren yang Ayahku berikan, diantaranya ada yang berada di sebelah barat garut, ada juga yang terletak di sebelah timur garut dan lain sebagainya. Aku belum tahu pasti seperti apa pesantrennya, namun Ayahku merekomendasikan aku untuk masuk ke salah satu pesantren yang terbilang favorit di Kota Garut bahkan katanya sudah melanglang buana.
 ***
Dalam momen ini saja, aku sudah diajari untuk memilih dan mempertanggungjawabkan apa yang telah aku pilih. Setidaknya, aku bilang ini basic skill yang aku pelajari.
[To Be Continued]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar